Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMKN 19 Jakarta: Meneladani Akhlak, Mempererat Ukhuwah










SMK Negeri 19 Jakarta menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M. Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di lapangan SMK Negeri 19 Jakarta, Jalan Danau Limboto No. 11, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Mengusung tema "MAHABBAH: Meneladani Akhlak, Hidup dalam Ajaran, Bersama-sama Berjalan dalam Arah Hidayah", kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari Kepala Sekolah Ibu Sri Muljani, S.Pd., dewan guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa-siswi SMKN 19 Jakarta.
Tausiyah dan Pesan Ketauladanan
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak/Ustadz Muhammad Riyadi Lubis, S.Q., S.Pd., M.S.. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menuntut ilmu, berakhlak kepada guru dan orang tua, maupun dalam berinteraksi sesama teman.
Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah saat beliau berumur 25 tahun. Siti Khadijah sendiri adalah seorang saudagar yang kaya. Waktu itu, Khadijah mempercayakan barang dagangannya kepada Nabi Muhammad SAW untuk dibawa berdagang. Dari situlah Khadijah tahu kalau Nabi Muhammad SAW adalah orang yang jujur dan bisa dipercaya.
Setelah menikah, Khadijah selalu ada buat Nabi Muhammad SAW. Saat umur Nabi Muhammad SAW 40 tahun, beliau sering pergi ke Gua Hira untuk beribadah dan menyendiri. Sampai akhirnya di sana Nabi Muhammad SAW didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah, yaitu Surah Al-'Alaq ayat 1 sampai 5.
Setelah kejadian itu, Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dalam keadaan takut. Beliau meminta Khadijah untuk menyelimutinya. Khadijah menenangkan beliau dan percaya bahwa apa yang dialami Nabi Muhammad SAW adalah sesuatu yang datang dari Allah. Khadijah juga menjadi orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW.
Tapi perjalanan Nabi Muhammad SAW tidak selalu mudah. Saat beliau berumur sekitar 50 tahun, Siti Khadijah wafat. Setelah itu Abu Thalib, paman Nabi yang selama ini melindungi beliau, juga wafat. Dua kejadian ini membuat Nabi Muhammad SAW sangat sedih dan tahun tersebut dikenal sebagai Tahun Kesedihan atau 'Amul Huzn.
Setelah itu Nabi Muhammad SAW pergi ke Thaif untuk berdakwah, beliau ditemani oleh Zaid bin Haritsah. Beliau berharap orang-orang di sana mau menerima Islam. Tapi ternyata dakwah beliau ditolak dan beliau malah mendapat perlakuan yang tidak baik.
Kemudian datang Malaikat Jibril bersama malaikat penjaga gunung. Malaikat tersebut menawarkan untuk menghukum penduduk Thaif dengan menimpakan gunung kepada mereka. Tapi Nabi Muhammad SAW nggak mau. Beliau memilih untuk memaafkan dan berharap suatu saat nanti keturunan mereka bisa beriman kepada Allah.
Dari sini kita bisa belajar, hidup itu pasti ada masa senang dan ada juga masa susah. Nabi Muhammad SAW sudah kehilangan orang-orang yang beliau sayangi, dakwahnya juga ditolak, tapi beliau tetap percaya kepada Allah dan tetap berdoa.
Jadi kalau kita lagi punya masalah, jangan langsung merasa Allah nggak sayang atau doa kita nggak didengar. Allah tetap mendengar doa kita. Cuma jawaban dari doa itu bisa datang dengan cara yang berbeda dan di waktu yang menurut Allah paling tepat.
Suasana tausiyah berlangsung hangat dan interaktif, terlihat dari antusiasme para siswa yang menyimak materi di area lapangan outdoor sekolah.
Semarak Lomba Islami dan Daftar Pemenang
Selain tausiyah, peringatan Maulid Nabi tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan Islami yang menguji kreativitas, kekompakan, serta wawasan keagamaan para murid SMKN 19 Jakarta.
Berikut adalah daftar para pemenang dari masing-masing kategori lomba:
1. Lomba Fashion Show
Juara 1: Natasya (Kelas X PF 2)
Juara 2: Cinta (Kelas XI BR)
2. Lomba Ukhuwah Survival
Juara 1: Kelas XI PF 1
Juara 2: Kelas XII AKL 2
3. Lomba Cerdas Cermat Islami
Juara 1: Kelas X MP
Juara 2: Kelas X AKL 2
Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan seluruh keluarga besar SMKN 19 Jakarta dapat makin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan iman dan taqwa, serta mengimplementasikan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Selamat kepada para pemenang lomba, dan semoga semangat kecintaan (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW senantiasa terpatri di hati kita semua.



